Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘Law&Society’ Category

tigabelas yang pertama

tiga belas yang pertama itu maksudnya, musim ujian semester ini, dapet jadwal pertama ujian itu tanggal 13 Januari 2012.

ujiannya rada enak sebenernya, ga perlu susah2 belajar n ngapalin diktat2 yang tebel2 itu. ujiannya ini open book, hehehee. tapi book mana yah yang mau di open, ga mungkin juga selama ujian 2 jam itu buka banyak2 buku..sama aja tar malah sibuk buka buku eh kertasnya kosonggg, hhhmmph tidaakkk >_<

jreng..jrenggg..akhirnya ke perpus FH UGM yang baru, keren euyy perpust gw skrg, mantabbss, hehee…

trussss cari2 deh buku yang pas buat tuh mata kuliah. kalo di liat dosennya uda Professor sepuh, 70 tahunan usianya. kalo diinget2 pas dikelas juga teori yang dipake teori2 lawas n jadul, yah mungkin bahasanya tuh Prof, “TEORI DASAR HUKUM TATA PEMERINTAHAN”..jyaaahhhhh dan dapetlah satu buku yang support sama ciri2 tadi…
nih buku di terbitkan pertama tahun 1954, ortu aja blom lahir, apalagi saaiiiaaaaa, hahaa πŸ˜€

kalo dilihat bukunya, emang jadul banget dah! dah kayak kitab kuninggg cuy, nih buktinyaaa..

dan..bahasanya boss, jadulll beneeerrrrrrrrrrr, coba deh baca nih salah satu paragraf

susah ternyata baca tuliasan jadul ya, nih satu bab aja, saya bacanya semalem *bilang aja males baca ya, ngeles aja nih, wkwkwk πŸ˜€

Read Full Post »

kali ini tentang pekerjaan Peneliti *apapun bisa diteliti πŸ™‚

mengenai Evaluasi pertanggungjawaban anggaran daerah oleh Menteri Dalam Negeri.

#pertanyaan pertama berwenangkah Menteri melakukan evaluasi?

dalam sistem ketatanegaraan Indonesia, dalam konteks struktur, Pemerintah Daerah tidak dapat di intervensi oleh Pusat, apalagi oleh Menteri yang hanya sebagai Pembantu Presiden. Pemerintah Daerah -kepala Daerah, lebih memiliki legitimasi dari rakyat melalui Pemilukada.

di era otonomi saat ini, tidak dimungkinkan Pusat melakukan intervensi kepada daerah tanpa adanya kewenangan yang konstitusional. pembagian urusan pusat dan daerah telah diatur dalam UU Nomor 32 tahun 2004 dan PP 38 Tahun 2007. apabila Menteri melakukan evaluasi, ada di ranah mana?

#pertanyaan kedua, dari manakah kewenangan yangΒ  dimiliki Menteri Dalam Negeri untuk melakukan Evaluasi?

sudah beberapa regulasi terkait di lakukan analisis. namun tidak diketemukan Menteri dapat mengevaluasi Pertanggungjawaban APBD, yang ada hanya evaluasi terhadap APBD, bukan Pertanggungjawaban. so?

#ketiga, evaluasi yang seperti apa yang dilakukan oleh Menteri?

evaluasi yang dilakukan oleh Menteri berdasarkan Permendagri Nomor 65 tahun 2007, adalah lebih condong pada evaluasi kepatuhan saja, bukan substansi. namun menjadi dilema, ketika Menteri melakukan evaluasi substansi kinerja. apabila yang ingin dilakukan adalah evaluasi kinerja, maka hal tersebut menjadi bentuk intervensi Pusat kepada Daerah. evaluasi substansi dalam konteks kinerja daerah adalah kewenangan yang dimiliki oleh DPRD (legislatif) sebagai bentuk mekanisme check and balances dalam sistem pemerintahan daerah.

*) tulisan ini brainstorming sebagai bacaan awal Perubahan Permendagri Nomor 65 tahun 2007.

Read Full Post »