Feeds:
Pos
Komentar

Archive for the ‘coretan hari-hari’ Category

[rasa]

kembalilah cepat, kumohon.

jangan biarkan aku dengan rasa bersalah dan berandai-andai…

Read Full Post »

biar saja….

Cintaku adalah rasa asin pada lautmu.

Matahari mengira ia bisa menguapkan aku dari engkau, mengawankanku di langit yang asing. Ia salah, tapi biar saja, aku tak mau menyalahkannya.


Cintaku adalah hara menyebati di tanah kebunmu.

Matahari mengira hanya ia yangmenumbuhkan engkau dan memekarkan bunga-bungamu. Ia salah, tapi biar saja, aku tak akan menyalahkannya.

Kau adalah dinding bata merah, aku sirih memanjatimu sesulur-sesulur. 

Kita berdua, berutang pada tanah, yang mengulurkan aku padamu [*]

[*] http://sejuta-puisi.blogspot.com/

Read Full Post »

enjoy’life! :)

………..menikmati buku-bukunya Malcolm Gladwell

…seperti menikmati senja dengannya  #eeaaaaa 😀 

ditemani secangkir teh hangat     

dan kue. nyam,,nyamm..enyaakkkk  

woww, how wonderful life ^_^

Read Full Post »

maaf……..

Allah…………………..

  Kau Rabbku, 

     Maha Mendengar atas sgala harap

     Maha Menjawab atas sgala pinta

maafkan aku yang tak bersabar ini,

maafkan aku…..maafkan aku

Read Full Post »

Jadikan cintaku pada Mu Ya Allah

Berhenti di titik ketaatan

Meloncati rasa suka dan tak suka

Karena aku tahu,

Mentaati Mu dalam hal yang tak kusukai

Adalah kepayahan, perjuangan, dan gelimang pahala

Karena seringkali ketidaksukaanku

Hanyalah bagian dari ketidaktahuanku.

Dan taqwa, Yang akan setia mendampingi cinta. Bahwa cinta harus bersujud di mihrab taat.

Ketika kata-kata bernada menjadi pembicaaraan khusus, maka ia berdenting, meresonansi dawai-dawai syahwat dalam hati, saat itu -maka- cinta harus bersujud di mihrab taat.

Biarkan cinta berhenti di titik ketaatan.

Meloncati rasa suka dan tak suka. Melampaui batas cinta dan benci.

Karena hikmah sejati tak selalu terungkap di awal pagi.

Karena seringkali kebodohan merabunkan kesan sesaat.

Maka taat adalah prioritas yang kadang membuat perasaan-perasaan terkibas.

Dan ketika taat,

Tak mempertimbangkan kemampuan.

Hanya yakin Allah selalu membukakan pintu kebaikan bagi yang mentaati-Nya

“…Limpahkanlah kebaikan atasnya,

dalam kelimpahan yang penuh barakah,

janganlah kau jadikan hidupnya payah dan bermasalah”

(Jalan Cinta Para Pejuang -Salim A Fillah)

Read Full Post »

Jatuh cinta adalah awal dari petualangan
yang paling indah dan menantang.

Dan sebagai petualangan,
cinta adalah tantangan yang telah diterima
dengan berani dan membabi-buta
oleh jiwa-jiwa yang muda dan tua, yang kecil dan besar,
dari yang jelata dan maharaja.

Untuk menang,
engkau harus menemukan kehebatan dirimu
yang disebabkan oleh cinta,
segera setelah kebutaan dan kegilaan karena cinta mereda.

Kebutaan karena cinta itu sementara.

Maka janganlah kau tukar surgamu dengan neraka,
hanya untuk perasaan unyu-unyu yang asyik-masyuknya hanya sementara.

Tapi bangkitlah dari debu dan bara kegagalan cinta,
sebagai pribadi baru, yang lebih bijak,
yang anggun, dan yang lebih siap bagi
kebesaran hidup bersama cinta yang jujur dan setia.

Janganlah putus asa dengan cinta.
Karena, tanpa cinta hidupmu tak kan pernah utuh.

Mario Teguh

Read Full Post »

apalah

apalah artinya hari-hari ini;
hampa dan kosong.

jika lapang hanya membuatku jauh dari Mu
boleh kah aku meminta kesulitan saja?
agar aku bisa selalu dekat dengan Mu

Read Full Post »

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu keras membersihkannya
Nanti ia mudah retak dan pecah

Ia ibarat kaca yang berdebu
Jangan terlalu lembut membersihkannya
Nanti ia mudah keruh dan ternoda

Ia bagai permata keindahan
Sentuhlah hatinya dengan kelembutan
Ia sehalus sutera di awan
Jagalah hatinya dengan kesabaran

Lemah-lembutlah kepadanya
Namun jangan terlalu memanjakannya
Tegurlah bila ia tersalah
Namun janganlah lukai hatinya

Bersabarlah bila menghadapinya
Terimalah ia dengan keikhlasan
Karena ia kaca yang berdebu
Semoga kau temukan dirinya
Bercahayakan iman

[Maidany]

Read Full Post »

“….paa..tuu. paa.tuu..”.. suara itu lamat-lamat terdengar menjauh dari rumah hijauku. tukang jahit sepatu melewati lorong-lorong rumah, menawarkan jasa jahit sepatu, terus berjalan hingga suaranya terdengar di kejauhan. Rabbi, lihatlah sang Bapak bekerja, Ia bekerja dan terus bekerja untuk mencari nafkah dan rizki.

Di lain waktu, “…gorden gorden…”, hm, penjual gorden keliling kulihat dari jendela kamar, dengan membawa tas berisi kain-kain gorden yang masih banyak belum terjual, dan suara si Bapak juga terdengar semakin samar dan kemudian tak terdengar lagi. ALLAH, lihatlah juga sang Bapak, Ia bekerja dan terus bekerja meski dengan kepayahan demi kepayahan.

Tetanggaku, penjual nasi goreng, setiap pukul 23.00 wib hingga tengah malam baru kudengar suara gerobagnya melewati depan rumah, ahh si Bapak baru pulang rupanya, bekerja hingga tengah malam, padahal paginya ia berjualan batagor di depan SMP 6 hingga waktu pulang sekolah. Ia bekerja ya Rabb, bukan berdiam, ia bekerja, bekerja, dan bekerja.

Dipasar kulihat para Ibu-ibu penjual sayuran, mereka tidak bermalas-malasan. Dijalanan, kulihat tukang Koran, mereka pun sibuk bekerja dan bekerja, tak bermalas-malasan.

Ah malu rasanya dengan mereka semua, terlihat dalam raut wajah mereka betapa kerasnya hidup telah menguatkan mereka untuk terus bertahan, untuk terus bekerja, tak kenal henti, tak berputus-asa, terus melangkah, meski rizki yang didapat tak mampu mencukupi anggota keluarga yang ada.

Rabb, Kulihat kepayahan demi kepayahan itu, kelelahan demi kelelahan, peluh dan keringat. Namun mereka tak berhenti, tak menyerah. Maka kumohon kepada-Mu ya Rabb, berkahilah rizkinya, berkahilah rizki orang-orang yang terus bekerja untuk menyambung hidup keluarganya.

Sedang aku, manusia yang lalai, sering membiarkan waktu berlalu tanpa arti, kemalasan sering menjadi sahabat, menunda-nunda menjadi perilaku, kurang bersungguh-sungguh dan kerja keras.

ALLAH, pada pertengahan malam-Mu ini, ampunilah aku…
Ampunilah aku yang kurang bersyukur…
Hamba-Mu yang lalai dan dzalim, yang sering berputus asa dan berkeluh kesah..
Ampunilah aku.

*Untuk Senin di Akhir September, 00:00 Wib, Yukk terus bekerja dan bekerja, ikhlas dan sungguh-sungguh, biarkan ALLAH saja yang mengatur rizki-rizki kita ^__^

Read Full Post »

Sambil menyeberangi sepi
kupanggil namamu, wanitaku
Apakah kau tak mendengarku?

Malam yang berkeluh kesah
memeluk jiwaku yang payah
yang resah
kerna memberontak terhadap rumah
memberontak terhadap adat yang latah
dan akhirnya tergoda cakrawala.

Sia-sia kucari pancaran sinar matamu.
Ingin kuingat lagi bau tubuhmu
yang kini sudah kulupa.
Sia-sia
Tak ada yang bisa kujangkau
Sempurnalah kesepianku.

Angin pemberontakan
menyerang langit dan bumi.
Dan dua belas ekor serigala
muncul dari masa silam
merobek-robek hatiku yang celaka.

Berulang kali kupanggil namamu
Di manakah engkau, wanitaku?
Apakah engkau juga menjadi masa silamku?
Kupanggil namamu.
Kupanggil namamu.
Kerna engkau rumah di lembah.
Dan Tuhan ?
Tuhan adalah seniman tak terduga
yang selalu sebagai sediakala
hanya memperdulikan hal yang besar saja.

Seribu jari dari masa silam
menuding kepadaku.
Tidak
Aku tak bisa kembali.

Sambil terus memanggil namamu
amarah pemberontakanku yang suci
bangkit dengan perkasa malam ini
dan menghamburkan diri ke cakrawala
yang sebagai gadis telanjang
membukakan diri padaku
Penuh. Dan Prawan.

Keheningan sesudah itu
sebagai telaga besar yang beku
dan aku pun beku di tepinya.
Wajahku. Lihatlah, wajahku.
Terkaca di keheningan.
Berdarah dan luka-luka
dicakar masa silamku.

Read Full Post »

Older Posts »